Ngopi dan Membayangkan Batavia

Kompas.com - 02/12/2008, 15:30 WIB

Bicara revitalisasi kawasan Jakarta lama, khususnya kawasan Taman Fatahillah, tentu satu paket dengan obrolan tentang tempat makan minum yang cuma semata wayang di situ. Sebuah kafe yang bercitra ’hanya untuk turis’ berdiri tegar di ujung Jalan Pintu Besar Utara, tegar menantikan datangnya revitalisasi yang sesungguhnya. Namanya tentu sudah tidak asing lagi, Cafe Batavia.    

Masuk ke dalam kafe ini, di benak banyak orang tentu merupakan suatu keistimewaan. Desain ‘wah’ menyapa pengunjung. Interior kafe ini juga artistik, dengan tampilan berbagai foto pilihan di dinding, bahkan hingga ke dinding toilet. Kafe mahal menjadi citra yang melekat kuat. Meski tak terlalu salah jika ada yang beranggapan bahwa kafe ini dikhususkan bagi ekspatriat dan wisatawan mancanegara (wisman).
   
”Target kita sebenarnya enggak hanya ekspatriat dan wisman tapi juga turis domestik dan lokal,” kata sang pemilik, Eka Chandra Setiadi, kepada Warta Kota beberapa waktu lalu.
   
Satu hal yang pasti, tempat ini nyaman. Begitu masuk ke kafe dan meneguk segelas es teh manis rasanya enggan keluar lagi. Apalagi di saat matahari terik. Menurut Chandra, makanan yang disajikan meliputi menu Barat dan Chinese dengan dim sum tentunya. Jika ingin mencoba menu Indonesia seperti sop buntut atau nasi goreng, tempat ini juga menyediakan.
   
Tapi, memang, menu sandwich jadi andalan. Sebut saja open smoked salmon. Ikan salmon yang sudah diasap dipotong tipis-tipis ditemani berbagai sayuran seperti selada air, tomat ceri, seledri dan alpukat dengan potongan sandwich. Porsinya besar, tentu saja, karena buat perut wisman. Harga juga cukup menyedot isi kocek, Rp 85.000.
   
Jika hanya ingin yang ringan-ringan, ada sup jagung kepiting yang bakal bikin mulut dan perut minta tambah. Untuk yang satu ini, seporsi dibanderol Rp 38.000. Pancakes berlumur sirup maple dan es krim vanila bisa ditukar dengan Rp 45.000, sedangkan minuman segar yang bisa dicoba antara lain Fatahillah Punch seharga Rp 33.000 berisi campuran nanas, jambu, dan tomat. Perlu diingat, makan di sini tak hanya membeli menu yang ada tapi juga suasana. Terlebih, tempat ini ibarat museum yang kisahnya siap dijajaki pengunjung.
   
Untuk pesanan menu masakan China, menurut Nita Rosita, PR Café Batavia, ditangani koki asal Hongkong sementara untuk menu Barat semula menggunakan chef asal Perancis namun kini dikerjakan oleh sang asisten. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau